Muchlis M Hanafi juga menyampaikan bahwa target awal program ini adalah 500 jemaah. Namun, satu jemaah meninggal dunia di hotel transit sebelum hari Wukuf, dan 21 jemaah lainnya batal ikut karena berbagai alasan, termasuk dirujuk ke rumah sakit atau kembali ke kelompok terbang.
Kepala Bidang Layanan Jemaah Lansia, Suviyanto, menambahkan bahwa persiapan untuk jemaah haji peserta Safari Wukuf Khusus Lansia dilakukan oleh Satgas sejak pukul 05.00 hingga 09.00 Waktu Arab Saudi pada 9 Zulhijjah 1446 H.
Setelah mandi, jemaah dipakaikan kain ihram bagi laki-laki dan mukena bagi perempuan, serta mendapatkan pendampingan dari Pembimbing Ibadah.
Setelah semua persiapan selesai, jemaah haji Safari Wukuf Khusus Lansia diberangkatkan dari hotel transit menuju Arafah pada pukul 13.20 WAS dan tiba di Arafah pada pukul 14.40 WAS.
Mengingat kondisi jemaah yang mayoritas adalah lanjut usia, pelaksanaan ibadah di Arafah berlangsung selama kurang lebih 60 menit, yang mencakup salat Zuhur dan Asar, mendengarkan khutbah, serta berdoa.
Setelah ibadah selesai, bus membawa jemaah kembali ke hotel transit, tiba pada pukul 16.07 WAS. Proses penempatan jemaah ke kamar masing-masing di hotel transit selesai pada pukul 21.45 WAS.
“Alhamdulillah, jemaah haji program Safari Wukuf Khusus Lansia umumnya dalam kondisi baik dan sehat. Namun, ada beberapa jemaah yang memerlukan perhatian lebih intensif dari tim Satgas,” ujar Suviyanto.
Ia juga menambahkan bahwa ibadah lontar jumrah dan tawaf ifadlah bagi jemaah Safari Wukuf Lansia akan dibadalkan.
“Pelaksanaan Program Safari Wukuf Khusus Lansia dapat berjalan dengan baik dan lancar. Jemaah rencananya akan dikembalikan ke hotel masing-masing pada 10 Zulhijjah 1446 H,” tutupnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan jemaah haji lansia dan disabilitas dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih nyaman dan aman.





