Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna menjaga stabilitas distribusi BBM, khususnya menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok BBM masih aman. Kepolisian bersama pihak terkait akan terus mengawasi distribusi agar tetap lancar dan tepat sasaran,” tambahnya.
Laporan monitoring tersebut ditujukan kepada Kapolres Lamongan dan ditembuskan kepada Wakapolres Lamongan, Kabag Ops Polres Lamongan, Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan, serta Kasat Intelkam Polres Lamongan sebagai bentuk koordinasi dan pengawasan situasi di lapangan.
Monitoring ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi tingginya kebutuhan BBM masyarakat, terutama untuk sektor transportasi, industri kecil, pertanian, hingga aktivitas perdagangan. Ketersediaan BBM yang stabil menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran roda perekonomian masyarakat.
Selain memastikan stok tersedia, petugas juga memantau kondisi pelayanan di SPBU guna menghindari potensi antrean panjang, penimbunan, maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi. Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi di SPBU Karanglangit terpantau kondusif dan aktivitas pengisian BBM berjalan normal tanpa hambatan berarti.
Polsek Lamongan Kota menegaskan akan terus melakukan monitoring secara berkala terhadap sejumlah SPBU di wilayah hukumnya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas distribusi energi serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Dengan pengawasan yang terus dilakukan, diharapkan kebutuhan BBM masyarakat di Kabupaten Lamongan tetap terpenuhi dan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik. Kehadiran aparat kepolisian dalam monitoring distribusi BBM juga menjadi bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok dan energi di daerah.





