“Jejak digital harus menjadi perhatian. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Jangan sampai media sosial justru digunakan untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Selain persoalan kenakalan remaja dan media sosial, polisi memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas. Pelajar diingatkan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, termasuk menggunakan helm berstandar SNI saat berkendara dan tidak menggunakan kendaraan yang dimodifikasi secara tidak sesuai ketentuan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Polsek Karangbinangun juga mengingatkan mengenai penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau kerap disebut knalpot brong. Penggunaan kendaraan dengan perlengkapan yang tidak sesuai ketentuan dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat serta berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan di jalan.

Materi lainnya berkaitan dengan penggunaan atribut perguruan pencak silat. Para pelajar diimbau tidak menggunakan atribut perguruan di luar kegiatan latihan rutin maupun kegiatan resmi perguruan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan mencegah munculnya gesekan antarkelompok.

Menurut Kapolsek, sekolah dan lingkungan pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, sinergi antara kepolisian, tenaga pendidik, orang tua dan lingkungan masyarakat diperlukan untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman dan positif bagi anak-anak.

“Kami berharap para pelajar tidak hanya memahami materi yang kami sampaikan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah generasi yang disiplin, santun, bijak dalam bermedia sosial, tertib berlalu lintas dan mampu menjaga kerukunan dengan sesama,” kata IPTU I Wayan Sumantra.

Kegiatan Police Goes to School kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama antara jajaran Polsek Karangbinangun, pihak sekolah, tenaga pendidik serta para siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 08.00 WIB dalam situasi aman, lancar dan tertib.

“Pembinaan kepada generasi muda akan terus kami lakukan secara berkelanjutan. Kami ingin kehadiran polisi di sekolah menjadi bagian dari edukasi dan pencegahan sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang taat aturan, berkarakter dan turut menjaga kamtibmas di lingkungannya,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2