Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan menyerahkan penghargaan kepada Desa Waruwetan sebagai desa pelopor pemasangan palang pintu kereta menggunakan APBDes.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Kepala Desa Waru Wetan Maskur Rudiyanto, inisiatif pembangunan palang pintu kereta api menggunakan APBDes utamanya untuk menambah keselamatan masyarakat. Disisi lain juga sebagai antisipasi adanya laka kereta api seperti yang banyak terjadi di desa sekitar.

“Tujuan utamanya ialah menambah keselamatan masyarakat, agar masyarakat kami merasa aman dna nyaman saat melintas. Disisi lain kami melihat di desa lain banyak kecelakaan kereta api karena perlintasan belum ada pintunya, maka dari itu kami antisipasi dengan membangun palang pintu meskipun masih dengan sistem manual,” terang Maskur.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jaminan ketenagakerjaan yang diberikan kepada 44 penjaga palang pintu kereta api tentunya sangat memberikan manfaat. Diungkapkan oleh salah satu penjaga palang pintu dari perlintasan Deket Kulon Ali Shadiqin (63) adanya jaminan ini tentu dapat memberikan rasa aman, sehingga dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan motivasi maupun produktivitas kerja.

“Saya sudah menjadi penjaga palang pintu sejak 8 tahun lalu, adanya bantuan berupa jaminan ketenagakerjaan ini sungguh bermanfaat. Karena jaminan aman yang diberikan akan menambah motivasi dan produktivitas kerja saya dan penjaga palang pintu kereta api lainnya,” ungkap Ali Shadiqin.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2