Kemudian nanti untuk lubang lubang bekas tambangnya nanti digunakan sebagai embung, sumber protein, jadi sumber ekonomi.
Sekarang ada mainan bebek-bebekan untuk disewakan. Sebagai sumber air tanah yang nantinya menjadi semacam Water Resisting-nya.
Ini menjadi contoh karena orang biasanya mau mengerjakan itu bila sudah ada buktinya, bahwa menjaga lingkungan itu ada rejekinya. Setelah itu rejeki lain pasti nurut.
Untuk BUMDes TPS 3R didalamnya, termasuk BUMDes nya ada pembenihan dan sebagainya. Saya senanglah dengan teman-teman yang mempertahankan ini.
“Ini nantinya juga akan kita aktivasi dengan atraksi. Kalau melihat tempatnya saja tentu kurang, maka akan kita pertajam dengan atraksi. Kemudian nantinya festival-festival nantinya akan kita kolaborasikan dengan desa-desa wisata. Rapat-rapat atau Musrenbang-kan sekarang tidak lagi kita lakukan di hotel. Kita bertahan agar acara-acara bisa kita laksanakan di desa-desa,” ujarnya.
Ditanya kesulitan bupati muda ini menyampaikan bahwasannya sulitnya hanya meyakinkan masyarakat, lahan lahan yang tidak berguna seperti bekas tambang ini bisa menghasilkan ekonomi.
“Memang butuh waktu, tempat ini sudah berjalan 2 tahun untuk merintisnya dan sekarang ini sudah mulai kelihatan bentuknya”, tutup kepala daerah yang erat disapa Mas Ipin itu.





