BERITASIBER.COM | JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Agama RI (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026.
Sidang ini dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Penetapan awal puasa ini menjadi momen penting yang dinantikan umat Islam di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa Sidang Isbat bertujuan untuk memadukan hasil perhitungan astronomi (hisab) dengan data pengamatan langsung hilal melalui rukyatul hilal. Pemerintah akan melakukan pemantauan hilal di puluhan titik strategis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
“Pemantauan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Kemenag, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ormas Islam, serta para pakar falak. Seluruh data akan dibahas dalam Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan secara objektif dan akuntabel,” ujar Abu Rokhmad, Sabtu (14/2/2026).
Keputusan resmi hasil Sidang Isbat nantinya akan diumumkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, setelah mendengar pandangan para ahli, perwakilan ormas Islam, dan hasil pengamatan lapangan.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis Kemenag serta mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi ini sejalan dengan hasil kajian astronomi yang menyebutkan bahwa posisi hilal pada 17 Februari 2026 masih berada di bawah ufuk.





