“Untuk menyiasati, harganya (wingko) kami naikan,” tambahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia juga menyoroti potensi lokasi tempat ia berdagang, yang dekat dengan Stasiun Lamongan dan Plaza Lamongan, serta ramai dilalui kendaraan. Saat ini, terdapat 18 toko yang menjual jajanan khas Lamongan di kawasan tersebut.

Dengan harapan agar pemerintah setempat memperhatikan potensi lokasi tersebut, Sucipto mengusulkan penambahan lampu-lampu seperti yang ada di Malioboro, Yogyakarta, untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah agar usaha kami dapat terus bertahan di tengah tantangan ini,” pungkasnya.

Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh para pedagang kecil di tengah ketidakpastian ekonomi, di mana harga bahan baku yang fluktuatif dapat mempengaruhi kelangsungan usaha mereka.(Bs)

 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2