BERITASIBER.COM – Polsek Kembangbahu, jajaran Polres Lamongan, terus memperkuat upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) melalui kegiatan Patroli Kota Presisi (PKP) yang mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis.
Pada Minggu (26/7) siang, personel kepolisian menyambangi sejumlah titik strategis di wilayah Kecamatan Kembangbahu untuk memantau situasi keamanan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Patroli yang dimulai sekitar pukul 10.40 WIB tersebut dipimpin oleh personel Polsek Kembangbahu, Aipda Fendi Ali H. dan Aipda Sugeng S.H. Keduanya menyisir sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan persawahan, bengkel, kafe, hingga pertokoan.
Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga berdialog secara langsung dengan warga guna menyerap informasi serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang relevan dengan kondisi di lapangan.
Kapolsek Kembangbahu, Iptu Sono, S.H., mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada pengawasan keamanan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Melalui interaksi langsung, aparat kepolisian dapat mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus memberikan solusi dan edukasi sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.
“Patroli dialogis menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama,” ujar Iptu Sono.
Dalam patroli tersebut, petugas memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan jebakan tikus yang dialiri arus listrik di area persawahan. Mengingat Kecamatan Kembangbahu merupakan wilayah agraris dengan hamparan sawah yang cukup luas, praktik pemasangan aliran listrik untuk mengendalikan hama tikus dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan manusia.
Petugas mengimbau para petani agar tidak menggunakan aliran listrik sebagai jebakan tikus karena berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal, baik bagi pemilik lahan, petani lain, maupun masyarakat yang melintas di area persawahan. Kepolisian mengajak masyarakat untuk menggunakan cara-cara yang lebih aman dan tidak membahayakan keselamatan jiwa dalam mengendalikan hama pertanian.





