“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada malam hari, guna mencegah terjadinya tindak kejahatan dan gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Kapolsek.
Menurutnya, potensi konflik antar kelompok pemuda, termasuk dari perguruan silat, perlu diantisipasi sejak dini melalui pendekatan persuasif dan kehadiran aparat secara rutin. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya bentrokan yang dapat merugikan banyak pihak.
Dengan dilaksanakannya patroli blue light secara rutin, diharapkan dapat meminimalisir angka kejahatan 3C serta mencegah terjadinya tawuran. Selain itu, masyarakat juga diharapkan merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas, terutama pada malam hari.
Pihak kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Kerja sama antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Solokuro.
“Ke depan, Polsek Solokuro memastikan kegiatan patroli malam akan terus ditingkatkan, baik dari segi intensitas maupun jangkauan wilayah, sebagai bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(Bs).





