Selain menyasar lokasi rawan kriminalitas, petugas melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi gesekan antaranggota perguruan silat. Upaya pencegahan menjadi prioritas agar potensi perselisihan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.
Polsek Sarirejo juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antarwarga maupun kelompok masyarakat. Perbedaan organisasi dan perguruan, menurut kepolisian, tidak semestinya menjadi pemicu perselisihan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Patroli malam tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi berbagai kejahatan jalanan, termasuk pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), serta bentuk kejahatan konvensional lainnya. Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator biru diharapkan meningkatkan visibilitas polisi sekaligus memberikan efek pencegahan terhadap potensi tindak kriminal.
Kapolsek menambahkan, peran masyarakat tetap dibutuhkan untuk mendukung langkah kepolisian. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun mengetahui adanya potensi konflik.
Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi wilayah hukum Polsek Sarirejo dilaporkan dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol yang mengganggu pelaksanaan patroli.
Polsek Sarirejo memastikan kegiatan preventif seperti patroli Blue Light akan terus dilakukan, terutama pada jam-jam yang dinilai rawan. Patroli juga menjadi sarana bagi personel untuk mengetahui secara langsung perkembangan situasi Kamtibmas di tengah masyarakat.
“Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga situasi Sarirejo agar tetap aman dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi dan hindari tindakan yang dapat memicu perselisihan. Apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan, segera sampaikan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin,” pungkasnya.





