Dalam pengamanan tersebut, pihak kepolisian tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membangun komunikasi persuasif dengan para koordinator lapangan dari pihak PSHT. Pendekatan dialogis ini bertujuan agar para anggota perguruan tetap menjaga kedisiplinan, menaati aturan lalu lintas, serta menghormati masyarakat pengguna jalan lainnya selama dalam perjalanan menuju maupun kembali dari lokasi prosesi.

AKP Joko Suprianto menambahkan bahwa pihak kepolisian senantiasa mendukung kegiatan kemasyarakatan selama dilakukan sesuai dengan norma hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum. Ia juga mengimbau agar seluruh warga perguruan silat dapat menjadi mitra polisi dalam menjaga kedamaian di Kabupaten Lamongan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berkat kesiapsiagaan personel Polsek Solokuro yang didukung oleh koordinasi lintas sektor, kegiatan prosesi Keceran warga baru PSHT di Desa Turi, Kecamatan Maduran, terpantau berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif hingga seluruh rangkaian acara selesai. Tidak ditemukan adanya aksi provokasi maupun pelanggaran yang berarti selama pelaksanaan kegiatan.

Kesuksesan pengamanan ini mencerminkan komitmen Polsek Solokuro dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukumnya. Sinergi antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan pengurus perguruan silat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di wilayah Kecamatan Solokuro dan sekitarnya tetap terpantau aman dan terkendali.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2