Suharman, Wakil Direktur Dinas Pendidikan dan Pemuda DIY, mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada sekolah-sekolah bahwa mereka harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan saat melakukan studi banding.
Tentunya selain kesesuaian kendaraan, keselamatan peserta study trip juga harus menjadi prioritas. Sebab, kegiatan piknik sekolah akan tetap diperlukan akibat penerapan kurikulum mandiri.
Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu memastikan bahwa pelaksanaan perjalanan sekolah benar-benar aman.
Sementara itu, Budi Obelix mengungkapkan ada beberapa kejadian terkait pelaksanaan study tour. Namun masih ada penyelenggara dan sebagian warga yang kurang memperhatikan keselamatan. Pasalnya, sebagian orang lebih tertarik pada harga murah dibandingkan fiturnya.
Ironisnya, para pemilik biro perjalanan memanfaatkan situasi ini untuk bersaing menawarkan paket perjalanan dengan harga lebih murah. Yogyakarta selalu menjadi pilihan populer bagi pelajar dari beberapa daerah di Indonesia.
Seminar menghadirkan beberapa pembicara. Pemaparan oleh Ketua STIPRAM, Dr. Suchendroyono, SH.MM., Manajemen Resiko Transportasi, Profesor Diskusi kinerja jasa transportasi oleh DR. Sugiarto, MA, presentasi oleh Prof. Junior, presentasi oleh Sonny Heru Priyanto, MD, dan Prof. Tony Hendratno, SS.MM.CHE.
Hadir pula perwakilan narasumber pemerintah seperti Bapak Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Dinas Transportasi DIY, ST.MT., dan Dr. Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, yang membahas mengenai regulasi transportasi pariwisata. . Didik Wardaya SE.M.Pd. berbicara tentang konsep wisata pelajar, dan Direktur Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH.M.Ed. berbicara tentang kekuatan segmen pasar wisata pelajar dan dampak PAD.
Irlandia v. Hantoro dan GG Transport membahas besarnya pasar perjalanan pelajar dan keberanian bersaing. Areef Neo Hotel Malioboro berbicara tentang kekuatan pasar pariwisata domestik dan internasional. DR membahas tentang kontribusi mahasiswa terhadap UMKM. (Can) Ariyanto, SE.MM. Seminar ini didukung oleh Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DIY. (Wira)
Editor : Achmad Bisri






