“Madrasah kini telah menjelma menjadi lembaga yang maju dan kompetitif. Guru harus adaptif terhadap regulasi, termasuk Surat Edaran Sekjen Kemenag RI Nomor 27 Tahun 2025 tentang lingkungan belajar yang aman, sejuk, ramah, dan indah berbasis eko-teologi,” tegasnya.

Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi literasi dari Hanif Azhar, M.Pd., penulis 12 buku sekaligus trainer pengembangan pendidikan. Ia membagikan kiat menulis buku sebagai upaya membangun budaya literasi di kalangan guru agar mampu menuangkan gagasan dan praktik baik pembelajaran dalam karya tulis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sesi hari kedua diisi oleh Dr. Zanuar Ahmad Anshor, M.Pd., M.Ed., Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya, yang mengulas strategi merancang alat ajar digital adaptif dan inovatif sesuai perkembangan teknologi pendidikan.
Sebagai penutup, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTsN 2 Lamongan menggelar telaah soal Sumatif Tengah Semester (STS), Sumatif Akhir Semester (SAS), serta persiapan Ujian Madrasah (UM). Langkah ini bertujuan memastikan kualitas evaluasi pembelajaran tetap terjaga dan selaras dengan prinsip Deep Learning.

Workshop ditutup dengan harapan besar agar seluruh ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat segera diimplementasikan di ruang kelas, sehingga MTsN 2 Lamongan semakin mantap melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2