Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan apresiasi tinggi terhadap kecepatan pembangunan infrastruktur pangan di Lamongan. Ia menilai KDKMP Doyomulyo merupakan potret ideal penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor koperasi.

“Apa yang kita lihat di Doyomulyo ini adalah bukti bahwa sinergi lintas sektor bisa membuahkan hasil nyata dalam waktu singkat. Capaian 100 persen ini harus menjadi pemantik bagi titik-titik lain di Indonesia agar segera merampungkan fasilitasnya demi kesejahteraan masyarakat petani kita,” ujar Zulkifli Hasan saat meninjau fasilitas gudang koperasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menekankan bahwa KDKMP berfungsi sebagai penyangga saat terjadi fluktuasi harga pangan di pasar global. Dengan adanya gudang dan sistem koperasi yang mapan, desa memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam mendistribusikan hasil bumi mereka.

Kunjungan kerja ini tidak hanya diisi dengan peninjauan teknis fasilitas gudang, tetapi juga dimanfaatkan untuk berdialog langsung dengan warga setempat. Zulkifli Hasan mendengarkan aspirasi para petani mengenai tantangan distribusi dan kebutuhan teknologi pertanian di masa depan.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut juga dibagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi KDKMP. Hal ini mencerminkan bahwa program pangan nasional tidak hanya berorientasi pada infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kebutuhan dasar warga.

Melalui keberhasilan di Desa Doyomulyo, Kabupaten Lamongan diharapkan mampu mempertahankan predikatnya sebagai role model nasional dalam pengelolaan potensi pangan yang terintegrasi, modern, dan mandiri secara ekonomi.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2