Bupati Yuhronur menambahkan, momentum perayaan Hari Koperasi tahun ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan diraihnya penghargaan sebagai Pembina Koperasi Terbaik di tingkat Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi antara kunjungan akademik internasional dan perayaan ekonomi kerakyatan ini memberikan dampak ganda (multiplier effect), baik bagi promosi potensi daerah maupun bagi peningkatan omzet pelaku usaha kecil di Lamongan.
”Kami sengaja menggabungkan agenda Summer School dengan peringatan Hari Koperasi agar para tamu internasional dapat melihat langsung semangat berkoperasi, perkembangan UMKM, serta budaya gotong royong masyarakat Lamongan,” jelasnya.
Kesan Mendalam dari Mahasiswa Mancanegara
Daya tarik tradisi dan keramahan masyarakat Lamongan terbukti meninggalkan memori indah bagi para delegasi asing. Salah satu peserta yang berasal dari Pakistan, Muhammad Sadeew, menceritakan pengalaman serunya selama mengikuti program kunjungan edukatif tersebut.
Ia mengaku sangat terkesan dengan kelezatan kuliner tradisional serta tantangan unik saat mencoba teknik membatik.
“Saya sangat senang mengikuti Summer School dari UNAIR ke Lamongan. Mencicipi wingko yang terbuat dari kelapa rasanya benar-benar enak, saya sangat menyukainya. Selain itu, saya juga mencoba membuat batik menggunakan alat tradisional. Meskipun ternyata cukup sulit, ini adalah kesempatan yang luar biasa dari Universitas Airlangga dan Lamongan untuk bisa mencoba budaya lokal secara langsung,” ungkap Sadeew penuh semangat.
Melalui suksesnya penyelenggaraan acara kolosal ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap sinergi dengan dunia perguruan tinggi, khususnya UNAIR, dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
Langkah proaktif ini diyakini mampu menjadi jembatan emas untuk mendongkrak sektor pariwisata, memperkenalkan kearifan lokal, serta membawa produk-produk UMKM Lamongan menembus pasar global.





