Data peningkatan realisasi pada tahun 2022 sebesar Rp43 miliar, dan 2024: Rp49,97 miliar.

Program ini juga meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 0,26 persen. Tingkat kepuasan masyarakat turut naik dari 88,84% (2022) menjadi 90,07% (2024).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Inovasi ini tidak hanya memudahkan layanan, namun juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran daerah,” tegas Pak Yes.

Program Laserku awalnya dirancang sebagai layanan kunjungan kesehatan bagi kelompok rentan. Namun kini berkembang mencakup aspek sosial dan ekonomi, sehingga manfaatnya jauh lebih luas.

Capaian Laserku sebanyak 5.131 KK telah menerima manfaat, 852 keluarga dapat bantuan sembako, 752 keluarga menerima bantuan uang tunai, 114 keluarga diberdayakan secara ekonomi, 518 rumah warga tidak layak huni telah diperbaiki.

Dampak implementasi Laserku juga terlihat pada indikator pembangunan manusia. Angka Harapan Hidup Lamongan naik dari 72,40 menjadi 75,07 pada 2024. Sementara indeks kesehatan meningkat dari 0,806 menjadi 0,847.

Pak Yes menegaskan bahwa keberhasilan berbagai inovasi di Lamongan tidak terlepas dari dukungan regulasi, kultur kerja yang inovatif, sinergi antar-OPD, hingga peran aktif masyarakat, akademisi, praktisi, sektor swasta, dan media.

Seluruh inovasi yang dilakukan juga sejalan dengan RPJMD serta selaras dengan program prioritas pemerintah provinsi dan nasional.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2