Kedua, indikator kesehatan dan kesejahteraan yang diukur berdasarkan angka kesakitan pemuda, persentase pemuda korban kejahatan, persentase pemuda merokok dan persentase remaja perempuan hamil.
Selain itu, IPP juga diukur berdasarkan lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja sebagai cerminan dari aktivitas transaksi ekonomi pemuda yang diwakilkan oleh wirausaha muda dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pemuda.
Keempat, indikator gender dan diskriminasi yang diukur berdasarkan angka perkawinan
usia anak, persentase pemuda perempuan berpendidikan menengah hingga tinggi, serta persentase pemuda perempuan yang bekerja di sektor formal.
IMM, dikatakan Khofifah, merupakan organ penting tidak hanya bagi Persyarikatan Muhammadiyah, melainkan juga harapan bagi masa depan kepemimpinan nasional.
Karena itu, Khofifah berharap akan muncul dari IMM maupun Pemuda Muhammadiyah tokoh-tokoh game changer di berbagai bidang yang akan mewarnai Indonesia Emas 2045.
Terakhir, Khofifah juga menyampaikan selamat atas dikukuhkannya kepengurusan DPP IMM Periode 2024 – 2026 serta Milad ke-92 Pemuda Muhammadiyah.
“Semoga Allah senantiasa melimpahkan kekuatan, kemudahan dan keberkahan atas setiap upaya serta dedikasi yang diikhtiarkan segenap pimpinan IMM maupun Pemuda Muhammadiyah,” pungkas Khofifah.(***)





