Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Awaluddin menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan usulan masyarakat.
“Terkait pembangunan pagar pondok pesantren, saya rasa ini harus kami tuntaskan juga. Terlebih, kegiatan reses ini berlangsung di area pesantren. Insya Allah ini terwujud, kalau bukan lewat anggaran daerah, bisa lewat dana pokok pikiran (Pokir) saya,” ujarnya.
Untuk fasilitas pendidikan, Awaluddin menjelaskan bahwa seluruh usulan, seperti ruang kelas baru, papan tulis, meja, dan kursi nantinya akan diperiksa oleh konsultan guna memastikan kebutuhan dan estimasi anggaran agar dapat diajukan sebagai program dalam rapat DPRD.
Terkait acara adat pingitan, ia memastikan bahwa kegiatan tersebut akan mendapatkan perhatian.
“Saya sudah melihat di RKAB dan mendengar langsung dari Kepala Dinas Pendidikan bahwa kegiatan kebudayaan memang ada anggarannya. Jika waktunya tiba, kami akan koordinasikan agar acara pingitan ini mendapatkan dukungan anggaran,” lanjutnya.
Mengenai keresahan warga terhadap moralitas anak-anak, ia menegaskan bahwa hal ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan.
Diketahui, Reses di Desa Lantongau merupakan kunjungan ketiga Awaluddin setelah sebelumnya mengunjungi Desa Lalibo dan Desa Lanto.
Selanjutnya, ia akan melanjutkan kegiatan serupa di Desa Lagili, Kecamatan Mawasangka Timur, sebagai bagian dari rangkaian reses masa persidangan ke-1 Tahun 2025.
Penulis: Muh. Adi Alamsyah
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





