Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa selama ini Pondok Pesantren Al-Islam sempat dikaitkan dengan isu-isu radikalisme. Namun kenyataan di lapangan hari ini menunjukkan bahwa stigma tersebut sudah tidak relevan. Pondok Al-Islam kini telah bertransformasi secara total, dengan prinsip dan semangat NKRI Harga Mati.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Yang dulu pernah dicap negatif, kini justru menjadi contoh positif. Para santri tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tapi juga aktif dalam kegiatan kebangsaan. Ini menjadi bukti bahwa pemahaman radikalisme sudah tidak ada lagi di wilayah hukum Solokuro,” tambahnya.

Kegiatan monitoring ini juga merupakan bagian dari sinergi antara pihak kepolisian dengan lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, dalam menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pondok Pesantren Al-Islam Tenggulun, yang kini dipimpin oleh para tokoh pendidikan yang moderat, terus berupaya mengedepankan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin, sekaligus membentuk generasi santri yang cerdas, toleran, dan berintegritas.

Dengan adanya dukungan dari aparat keamanan dan kolaborasi yang baik antara lembaga pendidikan dan kepolisian, diharapkan wilayah Solokuro dan sekitarnya semakin kondusif dan menjadi model pembinaan generasi muda yang berjiwa nasionalis.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2