“Narkoba adalah musuh bersama. Sekali kalian mencoba, kalian akan terjebak dalam lingkaran setan yang menghancurkan masa depan dan keluarga. Kami minta adik-adik lebih waspada terhadap lingkungan pergaulan, baik di dalam maupun di luar sekolah,” tambahnya.
Terkait kenakalan remaja, Kapolsek memberikan edukasi mengenai pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan sekolah serta norma masyarakat. Ia menyoroti fenomena tawuran dan penggunaan knalpot tidak standar yang sering terjadi di kalangan remaja, dan mengingatkan agar siswa tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten negatif di media sosial.
Seluruh siswa baru SMK Darul Maarif mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Interaksi dua arah antara narasumber dan siswa membuat suasana penyuluhan berjalan dinamis. Para siswa terlihat serius menyimak setiap poin materi yang disampaikan, bahkan tidak sedikit yang aktif bertanya saat sesi diskusi dibuka.
Pihak sekolah mengapresiasi langkah cepat dan proaktif dari Polsek Solokuro. Kehadiran pihak kepolisian di lingkungan sekolah dinilai sangat efektif dalam memberikan efek preventif sekaligus membangun hubungan emosional yang baik antara penegak hukum dan kalangan pelajar.
Kegiatan MPLS yang berlangsung di SMK Darul Maarif tersebut berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif hingga akhir acara. Sinergi antara kepolisian dan institusi pendidikan ini diharapkan dapat terus berlanjut guna memastikan generasi muda Lamongan, khususnya di wilayah Solokuro, tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan taat hukum.





