Ia juga menambahkan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam mencegah terjadinya sengketa pasca-seleksi. Oleh karena itu, sosialisasi yang jelas mengenai kriteria, syarat, dan prosedur pendaftaran harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
Proses musyawarah dalam pembentukan panitia berlangsung secara demokratis. Warga yang hadir diberikan kesempatan untuk memberikan usulan dan masukan, hingga akhirnya disepakati struktur kepanitiaan yang akan bertugas melaksanakan penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa.
Hingga acara berakhir, situasi di Balai Desa Tenggulun dilaporkan berjalan dengan tertib, lancar, dan aman kondusif. Tidak ada riak-riak ketegangan yang muncul, mencerminkan tingginya kesadaran berdemokrasi masyarakat Desa Tenggulun.
Kepala Desa Tenggulun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran jajaran Polsek Solokuro dan Muspika. Dengan adanya pengawalan dari pihak kepolisian, diharapkan seluruh tahapan seleksi perangkat desa ke depannya dapat berjalan tanpa hambatan, sehingga menghasilkan perangkat desa yang kompeten dan siap mengabdi untuk kemajuan Desa Tenggulun.
Pihak Polsek Solokuro berkomitmen akan terus memantau setiap tahapan pengisian perangkat desa ini hingga pelantikan nanti, sebagai bagian dari upaya Polri dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang stabil di wilayah Kabupaten Lamongan.





