Yang pertama adalah jajaran Panwaslucam Wirobrajan melihat bahwa Pasar merupakan pusat keramaian dari banyak kelompok masyarakat sehingga akan ada banyak orang yang dapat terpapar edukasi terkait politik uang.
Selain itu, yang kedua adalah selama ini sangat jarang adanya sosialisasi maupun edukasi kepemiluan yang menyasar pedagang dan pengunjung pasar. Yang ketiga adalah pasar juga berpotensi rawan sebagai tempat sasaran politik uang bagi orang-orang tertentu. Dan yang keempat adalah sebagai sarana jajaran pengawas pemilu untuk dapat berinteraksi dengan masyarakat luas di lapangan.
Citra berpendapat bahwa apa yang dikerjakan oleh jajarannya di Pasar Gampingan Serangan Senin pagi tadi merupakan salah satu ikhtiar dan upaya pencegahan politik uang.
“Kita berharap masyarakat sudah banyak yang memahami akan bahaya dan ancaman pidana terhadap praktek politik uang terutama selama masa tenang dan hari pemungutan suara,” kata Citra.
Selain itu Ketua Panwaslucam Wirobrajan berharap masyarakat berani melaporkan ke Sekretariat Panwaslucam setempat atau bahkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten/Kota masing-masing, apabila melihat dan mengetahui adanya praktek politik uang.
Citra menambahkan, semoga praktek politik uang masa tenang dan hari pemungutan suara dapat diminimalisir karena akan berdampak pada kualitas demokrasi dan kualitas Pilkada 2024 terutama di Kota Yogyakarta. (WR)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






