Selain jalur diplomasi, Labib menjelaskan bahwa pemerintah sedang menjajaki opsi diversifikasi sumber impor untuk memutus ketergantungan pada satu kawasan saja. Amerika Serikat menjadi salah satu negara alternatif yang kini masuk dalam radar penjajakan pemerintah sebagai pemasok BBM cadangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Pemerintah tidak ingin bertaruh pada satu sumber saja. Penjajakan sumber impor dari negara di luar Timur Tengah, seperti Amerika Serikat, adalah bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang agar kita lebih mandiri dan tidak mudah terdampak gejolak regional,” jelasnya.

Di sisi lain, Labib mendorong pemerintah untuk terus mengevaluasi penggunaan BBM di dalam negeri. Ia menyoroti pentingnya efisiensi pada BBM bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus menekan kebocoran anggaran negara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menutup keterangannya, politisi muda ini menegaskan bahwa harga BBM, terutama jenis bersubsidi, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat meski harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi atau koreksi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan aman, harga stabil. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau aksi borong yang justru dapat memicu gangguan distribusi di lapangan,” tegas Labib.

Ia berkomitmen bahwa DPR RI akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja pemerintah dalam menjaga lifting minyak nasional guna mencapai target swasembada energi di masa depan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2