Untuk merawat ratusan pasien setiap hari tersebut, Ipda Purnomo menyediakan tiga kali makan dan obat-obatan rutin. Kebutuhan logistik pun tidak kecil, lebih dari dua kwintal beras per hari, atau sekitar dua ton lebih per bulan. Pembiayaan dilakukan dengan sistem subsidi silang. Pasien yang mampu membayar membantu menutupi biaya bagi pasien yang tidak mampu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kalau semua gratis, jujur kami belum mampu. Tapi kami tetap berusaha agar semua tetap terlayani,” jelasnya.

Sebagai anggota polisi, Ipda Purnomo menegaskan bahwa pekerjaannya bukan hanya soal menangkap penjahat, tetapi juga hadir untuk menyelesaikan persoalan sosial.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami hanya ingin bermanfaat bagi masyarakat. ODGJ bukan kriminal. Mereka hanya butuh perhatian dan perawatan,” tegasnya.

Ipda Purnomo berharap semakin banyak pihak, terutama rumah sakit jiwa dan lembaga sosial, ikut peduli terhadap nasib ODGJ.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Harapannya, makin banyak lembaga yang bisa menampung dan merawat ODGJ, agar mereka tidak terus dianggap beban,” pungkasnya.

Aksi kemanusiaan Ipda Purnomo menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari tugas kemanusiaan yang harus dijalankan oleh setiap individu, termasuk anggota kepolisian.

Dengan harapan dan kerja keras, Purnomo bertekad untuk terus memberikan yang terbaik bagi ODGJ dan masyarakat.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2