BERITASIBER.COM | LAMONGAN — Upaya pemantauan hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Lamongan belum membuahkan hasil.

Dalam pengamatan yang dilakukan di Markaz Rukyat Tanjung Kodok, Kecamatan Paciran, Selasa (17/2/2026) sore, ratusan perukyat tidak berhasil melihat kemunculan hilal hingga batas waktu pengamatan berakhir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Lamongan, Khoirul Anam, menjelaskan bahwa sekitar 300 hingga 400 orang terlibat dalam proses rukyatul hilal tersebut. Para perukyat berasal dari berbagai unsur, mulai dari unsur pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, hingga pegiat ilmu falak. Namun, seluruh peserta sepakat bahwa hilal tidak tampak di ufuk barat.

Menurut Khoirul Anam, secara perhitungan astronomis atau hisab, posisi hilal di wilayah Tanjung Kodok memang berada di bawah horizon, tepatnya pada ketinggian minus satu derajat. Kondisi ini membuat hilal mustahil untuk dapat disaksikan dengan mata telanjang maupun alat optik.

“Secara astronomi, ketinggian hilal di lokasi ini berada pada posisi minus satu derajat. Artinya, secara ilmiah hilal tidak mungkin terlihat. Dalam ilmu falak, kondisi ini dikenal sebagai istihalaturrukyat, yaitu keadaan di mana hilal secara teori dan praktik mustahil untuk dirukyat,” kata Khoirul.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2