Lokasi lainnya meliputi Masjid Al-Muslimun Kolpajung, Halaman Masjid Al-Furqon di Branta, Halaman Masjid Muttaqien di Laden, hingga Halaman Masjid Muhajirin di Tlanakan.
Azis menambahkan bahwa seluruh panitia di masing-masing lokasi telah diinstruksikan untuk mempersiapkan segala kebutuhan teknis, mulai dari pengaturan saf, pengeras suara, hingga pengelolaan arus jamaah.
“Hal ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ungkapnya.
Di sisi lain, Muhammadiyah Pamekasan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga sikap saling menghormati di tengah potensi perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri dengan organisasi atau kelompok lain. Perbedaan tersebut diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan disikapi dengan kedewasaan dan toleransi.
“Momentum Idulfitri seharusnya menjadi ajang mempererat persaudaraan, bukan memperuncing perbedaan,” kata Azis.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Muhammadiyah Pamekasan optimistis pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini dapat berlangsung dengan lancar. Selain menjadi momen ibadah, Idulfitri juga diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.






