“Dalam penetapan kampung keluarga berkualitas di Lamongan terdapat 2 tahap, yang pertama menetapkan 111 desa dan pada hari ini disusul 363 desa,” terang Kepala Dinas PPKB Kabupaten Lamongan Fida Nuraida pada kegiatan yang mengusung tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Yang Lebih Maju”.
Selanjutnya Fida menjelaskan bahwa telah dilakukan lomba kampung keluarga berkualitas tingkat Kabupaten sebagai rangkaian perayaan Harganas. Selama 6 bulan dilakukan penilaian terhadap kriteria profil desa, intervensi, pengembangan desa dan yang menjadi juaranya ialah Desa Balung Tawon Kecamatan Sukodadi. Didalam program kampung keluarga berkualitas juga terdapat program kerja dapur sehat untuk atasi isu stunting.
Program kerja tersebut sejalan dengan pengoptimalan sinergi penurunan angka stunting di Kabupaten Lamongan yang saat ini berada pada angka 27,5%.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman sekolah siaga kependudukan (SSK) bersama Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Munif Syarif dan Kementerian Agama Kabupaten Lamongan Syamsuri. SSK mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran, dimana di dalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik.





