Khofifah Indar Parawangsa menyampaikan aliran tersier menjadi keluhan para kelompok tani untuk mendapatkan kecukupan air pada tanamannya.
“Saya sering bertemu dengan kelompok tani berbagai daerah di Jawa Timur dengan mengeluh dengan infrastruktur pertanian terutama irigasi tersier yang dibutuhkan di banyak daerah,” kata Gubernur Jawa Timur yang akrab di sapa mbuk dhe.
Keberadaan dam Boreng yang sudah bisa operasikan dan dinikmati masyarakat dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat yang ada di tiga desa, yang mana imbas jebolnya dam tersebut tidak hanya pertanian terdampak namun juga menyebabkan kekurangan air bersih.
“Pak Bakir selaku ketua kelompok tani di Boreng kami harap bisa dimanfaatkan keberadaan air dari dam Gambiran sebaik mungkin sehingga menghasilkan panen yang berlimpah,” pungkasnya. (Fendi)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





