BERITASIBER.COM | SURABAYA – Jatim Cettar bukan isapan jempol. Hal ini terbukti dengan ragamnya gebrakan propinsi yang pernah dipimpin oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa tersebut. Inovasi pun terus berkembang sekalipun kini tengah dilanjutkan oleh PJ. Gubernur Adhy Karyono.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jatim yang tak lelah menunjukkan komitmen pelayanan terbaik bagi masyarakat adalah Dinas Perhubungan Jawa Timur. Inovasi dan perbaikan trans Jatim yang menjadi ‘catatan sejarah’ dalam kepemimpinan Dr. Nyono sebagai Kadishub pun menuai apresiasi banyak pihak. Tak kaleng-kaleng, bahkan dari Senator Terpilih Dr. Lia Istifhama.

Secara gamblang, anggota DPD RI yang meraih suara tertinggi nasional kategori perempuan non petahana tersebut menyampaikan apresiasi atas persiapan launchingnya Bus Trans Jatim Koridor IV rute Gresik – Paciran, Lamongan dan sebaliknya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Dengan adanya persiapan rute Gresik Paciran dan sebaliknya, ini merupakan bukti komitmen nyata jatim Cettar, yaitu gercep (gerak cepat) dan responsive sesuai kebutuhan masyarakat,” terang ning Lia kepada BeritaSiber.com, Selasa (404/06/2024).

Tak tanggung-tanggung, ning Lia bahkan menyebut skema trans Jatim tersebut merupakan bentuk pemerintah menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.

“Sesuai informasi yang disampaikan Kepala Dishub Pemkab Gresik Chusaini, bahwa pihaknya juga sudah memikirkan akibat yang bisa muncul, yaitu potensi kemacetan. Sehingga pada pemberlakuan Bus Trans Jatim koridor IV, sekaligus akan ada aturan pembatasan bagi truk muatan untuk beroperasi pada pukul 05.00-08.00 pagi dan 15.00-18.00 petang melalui jalur Sidayu hingga Manyar.” ungkapnya.

“Ini namanya menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru. Melainkan solusi yang pas pada titik masalah. Ibarat dokter, trans jatim ini cara ngobati masalah moda transportasi pada titik sumber penyakitnya. Jadi sangat efektif efisien,” tegas ning Lia.

Ning Lia, yang pernah bekerja sebagai karyawan di lingkungan pabrik, menyampaikan alasan kuat apresiasinya atas Bus Trans Jatim.

“Saya kan pernah sekian tahun kerja sebagai HRD pabrik yang isinya ribuan karyawan. Jadi tahu sekali gimana macetnya jam masuk dan jam pulang di depan pabrik. Maka itu, sangat tepat sekali keberadaan bus trans Jatim. apalagi sudah dipikirkan aturan agar tidak ada penumpukan kendaraan lain ketika ada bus lewat pada jam berangkat dan pulang pabrik.” ujarnya.

Namun tentu, aturan pembatasan truk, menurutnya bukan satu-satunya cara yang bisa ditempuh. Melainkan, semoga kelak ada tambahan solusi strategis mengurai kemacetan. Diantaranya dari satlantas setempat yang turut mengantisipasi potensi kecelakaan di area rawan kemacetan dan kerjasama dari pabrik atau perusahaan di sekitar lokasi agar penjemputan bisa terbagi di dalam area pabrik.

Ning Lia juga menyampaikan multiplier effect positif yang akan timbul dengan adanya Bus Trans Jatim tersebut.

“Saya sih sangat yakin adanya Bus Trans Jatim ini akan menjadi multiplier effect yang positif. Masyarakat apalagi pekerja tidak harus menggunakan kendaraan pribadi, melainkan memanfaatkan moda transportasi publik yang sudah sesuai disiplinnya jam kerja mereka. Masyarakat menerima dampak positif lebih efisien biaya dan tentunya lebih semangat bekerja.” jelasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2