Didampingi, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Drs. Agus Setiyono, Founder UPRINTIS Indonesia itu melakukan monitoring 3 sekolah sekaligus di Hari Rabu (26/7). Bahkan perempuan cantik ini tidak canggung berinteraksi dengan anak-anak dan juga tidak canggung untuk menggali kehidupan keseharian mereka, sekaligus menitipkan pesan pesan baik kepada mereka. Naluri keibuan dan kasih sayangnya dicurahkan kepada generasi penerus bangsa.
Melakukan monitoring dan evaluasi transisi Pendidikan PAUD ke Sekolah Dasar itu, Novita sangat berharap pendidikan ke depan menjadi lebih fun.
“Anak-anak tidak menjadi tertekan. Bisa tumbuh, mencintai dan haus akan pelajaran tanpa dipaksa oleh pihak sekolah maupun orang tua,” tutupnya.
Agus Setiyono, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Bunda PAUD Trenggalek itu. Merasa punya tanggungjawab sebagai Perangkat Daerah pengampu, Agus sepakat dengan petuah yang disampaikan oleh Bunda PAUD Trenggalek. Masa transisi atau awal pembelajaran diharapkannya murid tidak dipaksa untuk lebih kepada pelajaran Calistung.
Mantan Kadis Komindag menambahkan untuk mengisi masa transisi ini, upaya untuk pengenalan suasana baru, lingkungan baru, teman baru dan guru baru dapat berjalan baik. Supaya keadaan yang baru itu tidak membuat siswa jenuh, enggan atau takut. Tetapi justru terasa nyaman dan menyenangkan sehingga membuat semangat belajarnya tinggi.
Untuk mengisi masa transisi ini dengan pengenalan suasana, karena ditakutkan dengan suasana teman baru, guru baru menjadikan anak peserta didik bisa trauma karena pola yang salah.
“Berikan pengenalan, sehingga mereka senang, nyaman dan semangat untuk belajar kedepannya,” pesan Agus.





