Ia menilai, jika perguruan tinggi hanya terpaku pada pengajaran teknis konvensional, maka lulusan yang dihasilkan berisiko tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri yang terus bergerak dinamis. Pendekatan pembelajaran yang ada saat ini dianggap perlu dirombak agar lebih sinkron dengan realitas perkembangan teknologi global.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk tetap relevan di tengah gempuran otomatisasi, perguruan tinggi didorong untuk mengubah fokus pendidikan. Stella menekankan pentingnya pengembangan keterampilan tingkat tinggi (high-order skills) yang sulit digantikan oleh mesin, di antaranya:

Berpikir Kritis: Kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan memvalidasi hasil kerja AI.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kreativitas: Mampu merancang solusi dan inovasi baru yang orisinal.

Pemecahan Masalah Kompleks: Menangani tantangan industri yang memerlukan perspektif humanis dan strategis.

Dengan penguasaan keterampilan ini, diharapkan lulusan Ilmu Komputer tidak hanya menjadi pengguna teknologi atau operator kode, melainkan menjadi inovator yang mampu memberikan nilai tambah strategis bagi perusahaan.

“Tujuannya adalah memastikan lulusan kita bukan sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan inovasi bernilai tinggi yang tidak bisa dikerjakan oleh AI,” pungkas Stella.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2