Dalam perjalannya perempuan dihadapkan pada peran ganda. Sesukses apapun dalam karier dalam urusan domestik (keluarga) perempuan mempunyai tanggung jawab mengurusi keluarga. Mengasuh anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
“Perempuan itu bukan hanya kita bersuara meminta hak. Tolong berikan kita program, berikan kesempatan kita berbicara. Kesetaraan gender kita masih berbicara pada pemenuhan hak, karena perempuan masih belum sadar bahwasannya dirinya bukanlah objek melainkan subjek bila melihat perannya dalam pengasuhan di keluarga,” ungkap Novita Hardini.
Pengalaman berjualan sejak kelas 2 sekolah dasar di Surabaya, menjadikan perempuan ini semakin tangguh menghadapi tantangan hidup yang dihadapi. Pengalaman ini juga yang mengantarkan penggiat perempuan dan UMKM ini bisa meraih kesuksesan di masa sekarang. Membiayai hidupnya sendiri hingga mampu membiayai kuliahnya secara mandiri.
Pahit getir perjalanan hidup selama 32 tahun inilah yang ingin dibagi oleh Novita kepada seluruh anggota Fatayat NU PAC Pogalan guna memotivasi mereka untuk bisa lebih berdaya menapaki hidup yang dijalani karena dirinya yakin dengan berdaya perempuan bisa menjadi pelopor peradaban dunia.






