Melalui analogi sederhana tersebut, Presiden ingin meluruskan persepsi publik bahwa kehidupan di sektor domestik, khususnya di kawasan perdesaan, tidak akan terdampak secara ekstrem oleh dinamika pasar valuta asing, asalkan ekosistem ekonomi lokal tetap produktif dan mandiri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa strategi utama pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian pasar dunia adalah dengan memperkuat perputaran uang di dalam negeri (domestically-driven economy). Salah satu instrumen utamanya adalah melalui pengaktifan massal jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang baru saja diresmikan.

Koperasi ini diproyeksikan menjadi wadah utama untuk menyerap hasil panen petani, peternak, dan produk UMKM lokal tanpa harus bergantung pada rantai pasok global yang rentan bergejolak. Ekosistem ini nantinya akan diintegrasikan langsung dengan program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga bahan baku makanan dipasok langsung dari perdesaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Presiden, penguatan ekonomi akar rumput bertindak sebagai benteng pertahanan yang kokoh. Ketika kebutuhan pangan dan perputaran modal dapat dikelola secara mandiri di dalam negeri, ketergantungan terhadap barang impor dapat ditekan seminimal mungkin. Pemerintah optimistis, dengan fundamental ekonomi domestik yang kuat, Indonesia akan tetap kokoh berdiri meski di tengah hantaman badai ekonomi global.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2