“Program MBG lahir dari niat baik untuk memperbaiki gizi anak bangsa. Namun pelaksanaannya tidak boleh sampai membahayakan nyawa mereka,” ujar Lalu Ari.
Ia juga memperingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru memperluas cakupan program sebelum sistem di lapangan siap sepenuhnya. Menurutnya, kelemahan fatal dalam desain kebijakan harus segera dibenahi agar program tidak kehilangan legitimasi.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak jauh lebih penting daripada sekadar target angka. Evaluasi menyeluruh harus menghasilkan perbaikan nyata,” tegasnya.
DPR mendorong agar evaluasi kali ini melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Sinergi semua pihak diyakini menjadi jalan utama untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan makanan yang benar-benar aman, sehat, dan bergizi.(**)





