“Kalau dengar dari luar, memang banyak yang bilang karena etanol. Tapi kami di SPBU belum bisa memastikan, itu masih sebatas dugaan,” kata Andri.
Ia menegaskan, pihak SPBU tetap melakukan prosedur pengawasan kualitas bahan bakar sebelum menerima pengiriman baru dari depo.
“Kami selalu konfirmasi ke pengawas dan depo Tuban sebelum bongkar BBM. Kalau ada perbedaan bau atau warna, langsung kami laporkan sebelum dimasukkan ke tangki,” tegasnya.
Menariknya, meskipun harga Pertamax lebih tinggi, masyarakat justru tidak mempermasalahkannya. Banyak pengemudi ojek online (ojol) dan pengguna motor pribadi yang kini memilih Pertamax demi keamanan mesin.
“Tidak ada yang komplain soal harga. Rata-rata bilang lebih tenang pakai Pertamax, karena takut motornya mogok,” ujar Andri.(Bs).





