Sementara itu, Ketua IPSI Kecamatan Pucuk Ilham Budiharto dalam kesempatan tersebut memperkenalkan jajaran pengurus IPSI serta para ketua perguruan silat yang hadir. Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya pernah dilaksanakan kegiatan sosial bersama, salah satunya bakti sosial berupa kerja bakti membersihkan makam yang diinisiasi Polsek.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan dari masing-masing perguruan silat. Suasana dialog berlangsung terbuka dengan pembahasan mengenai upaya menjaga kerukunan, mempercepat komunikasi apabila muncul persoalan, hingga rencana menggelar kembali kegiatan sosial secara bersama-sama.
Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah penggunaan media sosial. Para tokoh perguruan silat diajak bersama-sama memberikan pemahaman kepada anggotanya agar lebih bijak menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital dan tidak mudah terprovokasi oleh unggahan yang berpotensi memicu perselisihan.
Kapolsek juga meminta para tokoh dan senior perguruan untuk merespons dengan cepat apabila muncul persoalan yang melibatkan anggotanya. Komunikasi antara perguruan, IPSI, kepolisian, TNI dan unsur pemerintah kecamatan dinilai penting sebagai langkah pencegahan agar persoalan tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
“Kami ingin komunikasi ini terus berjalan. Jangan sampai persoalan kecil berkembang karena terlambat dikomunikasikan atau karena terpengaruh informasi di media sosial. Mari bersama-sama menjaga persaudaraan dan menciptakan situasi Kecamatan Pucuk yang aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.
Cangkruk Kamtibmas tersebut turut dihadiri anggota Polsek Pucuk, perwakilan Koramil Pucuk Serma Sudarno, perwakilan Kecamatan Pucuk dari Satpol PP, Ketua IPSI Kecamatan Pucuk Ilham Budiharto serta para ketua perguruan silat yang tergabung dalam IPSI.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sekitar pukul 21.00 WIB. Seluruh rangkaian Cangkruk Kamtibmas berlangsung aman, tertib dan lancar.





