BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Menjelang keberangkatan musim haji 2026, aktivitas penukaran mata uang Riyal di Kabupaten Lamongan mengalami peningkatan signifikan.
Seperti terlihat pada pelaksanaan kegiatan manasik haji di Masjid Namira, Selasa (31/3/2026), Calon jemaah haji (CJH) berbondong-bondong mendatangi penyedia jasa penukaran riyal untuk mempersiapkan kebutuhan finansial selama berada di Arab Saudi.
Lonjakan permintaan ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha penukaran uang. Amalia salah satu penyedia jasa uang Riyal mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, jumlah transaksi meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa.
Mayoritas jemaah memilih menukarkan uang dalam pecahan kecil, seperti 5 dan 10 riyal, yang dinilai lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya kecenderungan ini bukan tanpa alasan. Pecahan kecil dianggap memudahkan jemaah dalam melakukan transaksi sederhana, seperti membeli makanan, membayar transportasi lokal, atau memenuhi kebutuhan mendesak lainnya tanpa harus menunggu uang kembalian.
“Selain itu, penggunaan uang pas juga dinilai lebih aman dan efisien, terutama bagi jemaah lanjut usia,” imbuhnya.
Sebagian besar CJH yang berangkat tahun ini memang didominasi oleh kelompok usia lanjut. Kondisi tersebut membuat kemudahan dalam bertransaksi menjadi faktor penting. Dengan membawa uang dalam pecahan kecil, mereka dapat menghindari potensi kebingungan saat menghitung kembalian, sekaligus meminimalisir risiko kesalahan transaksi.





