“Anak muda sekarang bukan hanya mencari rumah murah, tetapi juga ingin berkontribusi sosial. Di sinilah BSI ingin menjadi bagian dari gaya hidup keuangan yang lebih bijak dan berdampak,” kata Anton.
Selain membidik pasar generasi muda, BSI juga tetap mendukung program pemerintah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui KPR Sejahtera FLPP.
Hingga saat ini, BSI telah bekerja sama dengan lebih dari 2.900 proyek developer yang menyediakan fasilitas tersebut, yang dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi SIKASEP.
Secara keseluruhan, pertumbuhan pembiayaan BSI juga terangkat berkat performa sektor griya. Total pembiayaan BSI per Maret 2025 tercatat sebesar Rp 287,20 triliun, tumbuh 16,21 persen secara tahunan.
Yang lebih menggembirakan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan angka non-performing financing (NPF) di bawah 2,2 persen.
BSI tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga membawa semangat inklusi keuangan, spiritualitas, dan keberlanjutan dalam satu paket pembiayaan yang sesuai dengan nilai-nilai syariah.
“Ini adalah momentum bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan memiliki rumah sendiri. Kami siap menjadi partner yang mendampingi mereka dari awal proses hingga rumah itu benar-benar menjadi milik mereka,” pungkas Anton dengan optimistis.
Dengan langkah-langkah inovatif ini, BSI berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda dalam mewujudkan impian mereka memiliki rumah, sekaligus berkontribusi pada pembangunan sosial yang lebih baik.(*)





