BERITASIBER.COM | PAPUA PEGUNUNGAN — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan darurat bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Kabupaten Nduga dan Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan. Langkah cepat ini dilakukan sesuai arahan Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., yang pada Selasa (18/11) tengah berada di wilayah Jawa Tengah untuk mendukung respons bencana serupa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bencana yang melanda Papua Pegunungan terjadi pada Sabtu, 1 November 2025, sekitar pukul 17.00 WIT. Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan air dan material longsor di Distrik Dal dan Distrik Yuguru. Arus deras di Kali Papan menyeret sejumlah warga, menyebabkan 23 orang meninggal dunia, sementara puluhan rumah, fasilitas umum, dan akses jalan mengalami kerusakan berat.

Pada Senin (17/11), Tim Direktorat Fasilitas Penanganan Korban dan Pengungsi (FPKP) tiba di lokasi untuk melakukan pendampingan menyeluruh. Tim langsung meninjau Posko Darurat Ilekma yang berada di Kabupaten Jayawijaya dan menaungi warga terdampak dari Kabupaten Nduga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi posko terpantau kondusif berkat kolaborasi BPBD, Basarnas, TNI, Polri, perangkat daerah, dan relawan. Dapur umum telah beroperasi, sementara pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung. Hingga kini, 17 jenazah telah ditemukan dan upaya pencarian korban hilang masih dilakukan.

Selain itu, pembersihan material longsor serta pembukaan akses jalan terus dikebut untuk memulihkan alur mobilitas masyarakat.

Melalui rapat bersama Sekda dan perangkat daerah terkait, BNPB menegaskan pentingnya percepatan pemenuhan kebutuhan dasar korban. Beberapa kebutuhan mendesak meliputi bahan makanan, tenda pengungsi, pakaian dan selimut, peralatan dapur.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2