Ia mengungkapkan, beberapa Kecamatan di Kabupaten Lamongan penghasil padi tertinggi dalam hal produksi gabah adalah Kecamatan Sugio, Kecamatan Modo, Kecamatan Laren, Kecamatan Kembangbahu dan Kecamatan Kedungpring.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih jauh, Andrianto menambahkan secara umum sistem pertanian di Indonesia, khususnya yang menyangkut budidaya pertanian tanaman padi dapat dikelompokkan dalam dua bagian yaitu pertanian lahan sawah dan pertanian lahan kering seperti varietas padi gogo.

Varietas padi gogo yang diperkenalkan adalah varietas padi gogo unggul yang mengandung protein tinggi dan zink kepada kelompok tani di Desa Jubel Kidul di Kecamatan Sugio adalah varietas padi yang ditanam di lahan kering, beras mengandung protein tinggi dan zink.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Varietas padi gogo unggul tidak membutuhkan air irigasi dalam budidayanya, kebutuhan air cukup dari air hujan saja sehingga saat penanaman harus dilakukan saat awal musim hujan. Umur tanaman juga pendek, sekitar 91 hari, tinggi tanaman juga tidak sampai 100 meter, potensi panen bisa mencapai 9 ton per hektar.

Andrianto Wicaksono berharap, rencana program pemberdayaan ini akan membantu petani dalam kesejahteraan dan memberikan benih Varietas Padi Gogo unggul protein tinggi, secara gratis, kepada petani saat tanam MT1, yang diperkirakan bulan November 2023, pendampingan kepada petani juga akan dilakukan, mulai dari cara pembuatan pupuk hayati, persiapan lahan, budidaya sampai panen sehingga perlu dilakukan demplot.

“Mudah mudahan dengan adanya program ini bisa memberikan harapan para petani untuk menunjang kehidupan yang lebih baik dalam segi ekonomi, dan membantu pemerintah dalam program Stanting karena Pagi Gogo tersebut mengandung Protein yg tinggi dan Zing,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2