“Saya mendorong pemilih pemula atau kaum milenial, untuk bijak menentukan pemimpinnya untuk lima tahun ke depan pada Pemilu 2024, baik Pemilihan Legislatif, Pemilih Presiden dan Pemilihan DPD hingga Pemilihan Kepala Daerah,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mantan Pangkostrad itu mengatakan pemilih pemula masih murni dan belum tahu tentang money politik, seperti dengan pemberian dalam bentuk uang, sembako dan lain-lainnya.

Menurutnya hal itu pula yang membuat pemilih pemula rawan dipermainkan oleh partai politik, oleh para calon anggota legislatif, maupun para calon kepala daerah di Pemilu 2024.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Karena itu, pemilih pemula harus berhati-hati dengan oknum-oknum tertentu, yang akan memanfaatkan pola pikir politik polos pemilih pula, untuk menggiring memenangkan salah satu calon peserta pemilu.

“Suara anda (jumlahnya) 49 persen suara pemula. Yang masih riil atau murni, tidak ngerti sembako. Capek orang ngasih sembako sama kalian. Kalian belum butuh itu. Kalian masih makan sama orang tua,” kata mantan Pangkostrad itu.

“Itu masih idealis, tapi secara psikologis, orang akan memanfaatkan, mengalur-alur pola pikir kalian. Saya akan mengotak-atik itu semua. Dengan program dan segala macam. Sampai kalian iba sama saya dan kalian merasa saya hebat di mata kalian, semua bisa digunakan,” sebut Gubernur Edy Rahmayadi lagi mengingatkan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2 3