Selain memberikan pesan moral, Kapolsek juga memberikan edukasi preventif mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Meskipun para siswa masih berusia sangat belia, langkah edukasi dini ini dinilai krusial sebagai langkah pencegahan atau pre-emptive strike agar siswa memiliki proteksi diri sejak dini.
“Kami juga memberikan pemahaman tentang pentingnya menjauhi segala bentuk kenakalan remaja, mulai dari mematuhi nasihat guru hingga berperilaku baik di lingkungan rumah. Kami ingin menanamkan pola pikir bahwa polisi adalah sahabat anak, sehingga mereka tidak perlu merasa takut, melainkan justru harus semangat dalam meraih cita-cita,” imbuh Kapolsek.
Seluruh siswa baru MI Muhammadiyah 04 tampak antusias mengikuti rangkaian materi. Suasana kegiatan yang tadinya formal berubah menjadi interaktif ketika Kapolsek melibatkan siswa dalam sesi tanya jawab ringan mengenai cita-cita dan kedisiplinan.
Kepala Sekolah MI Muhammadiyah 04 menyambut baik inisiatif Polsek Solokuro. Kehadiran Polri di tengah-tengah siswa dinilai memberikan motivasi tersendiri bagi anak-anak untuk lebih disiplin dan bersemangat dalam menuntut ilmu. Hubungan yang humanis antara kepolisian dan lingkungan pendidikan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia.
Kegiatan MPLS yang berlangsung di Desa Dadapan tersebut berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif hingga akhir acara. Sinergi antara kepolisian dan tenaga pendidik ini akan terus ditingkatkan demi memastikan generasi muda di wilayah Solokuro tumbuh di lingkungan yang sehat, aman, dan edukatif.





