Sementara itu, Kasatkorwil Banser Jawa Timur, H. Rizza Ali Faizin, menjelaskan bahwa seluruh personel Banser akan mulai bersiaga sejak 25 Agustus 2026 atau dua hari sebelum pembukaan resmi Muktamar.

“Langkah tersebut dilakukan agar seluruh sistem pengamanan dapat diuji dan dipastikan berjalan optimal sebelum kedatangan peserta,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selama pelaksanaan Muktamar, sebanyak 20.000 personel Banser akan bertugas setiap hari dengan sistem tiga shift sehingga pengamanan dapat berlangsung selama 24 jam tanpa henti. Mereka akan ditempatkan di 24 titik strategis yang meliputi kawasan utama Muktamar, jalur mobilitas peserta, lokasi parkir, pintu masuk dan keluar, hingga sejumlah area penunjang lainnya.

Selain menjaga keamanan, Banser juga akan menjalankan berbagai fungsi pelayanan. Sedikitnya tiga pos pelayanan kesehatan gratis disiapkan untuk melayani peserta Muktamar maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan medis selama kegiatan berlangsung.

Menurut Rizza, Banser mengusung konsep pengamanan terpadu dengan melibatkan berbagai unsur pendukung. Pengamanan akan dilakukan melalui kolaborasi bersama Pagar Nusa, SIGAP (Sistem Keamanan Pondok), aparat keamanan, serta seluruh pihak terkait agar tercipta sistem pengamanan yang terintegrasi, cepat, dan responsif terhadap berbagai kemungkinan yang muncul di lapangan.

Ia menambahkan, personel Banser juga akan bertugas mengatur arus jamaah, memberikan layanan informasi, melakukan pengawalan tamu, membantu pelayanan kesehatan, hingga mendukung penanganan keadaan darurat apabila diperlukan.

“Seluruh personel akan dibekali pembagian tugas yang jelas sehingga setiap kebutuhan selama Muktamar dapat ditangani secara efektif,” imbuhnya.

Rapat koordinasi tersebut juga membahas secara rinci skema penempatan personel, pembagian wilayah tugas, sistem komunikasi, mekanisme komando, hingga pola koordinasi dengan seluruh unsur pengamanan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih tugas serta mempercepat pengambilan keputusan apabila terjadi situasi yang memerlukan penanganan khusus.

PW GP Ansor Jawa Timur berharap seluruh jajaran Banser mampu menjalankan amanah pengamanan dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme. Dengan kesiapan personel yang besar, dukungan lintas lembaga, serta koordinasi yang matang, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang diharapkan berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh khidmat.

Keberhasilan penyelenggaraan Muktamar tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjadi bukti kuatnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung terselenggaranya agenda nasional yang membawa harapan bagi kemajuan jam’iyah, umat, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2