Tidak hanya sekadar memantau fisik saluran air, Aipda Andrei juga menyempatkan diri berdialog dengan warga sekitar. Ia memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada dan tidak membuang sampah ke dalam selokan yang dapat memicu banjir bandang maupun genangan air di area jalanan perumahan.
“Kerja bakti mandiri di lingkungan rumah sangat penting. Kami mengajak warga Perumnas Made untuk rutin mengecek selokan di depan rumah masing-masing. Keamanan dan kenyamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Kapolsek Lamongan Kota dalam keterangannya secara terpisah menegaskan bahwa patroli pemantauan debit air ini akan dilakukan secara rutin dan berkala, terutama saat cuaca mendung atau pasca hujan deras. Personel di lapangan diwajibkan memberikan laporan cepat terkait kondisi pintu air dan titik-titik drainase primer.
Langkah proaktif ini mendapat apresiasi dari warga setempat. Mereka merasa lebih tenang dengan kehadiran anggota kepolisian yang peduli terhadap potensi bencana di lingkungan pemukiman. Hingga berita ini diturunkan, kondisi debit air di Perumnas Made terpantau dalam batas normal dan aliran air berjalan lancar.





