Ketua PAC GP Ansor Sambeng Firdaus Anas menyampaikan, hidup ini sebenarnya hanya menjalani takdir, problemnya kita tidak tahu takdir kita seperti apa sampai kita menjalaninya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Hari ini, detik ini, pada momentum ini kita di takdirkan berkumpul disini memakai seragam kebanggaan, seragam kebesaran kita. Mari kita tunjukan komitmen bersama untuk saling melengkapi, saling bersinergi, sebab manajemen di ansor ini sama seperti manajemen kereta api. Kereta api itu datangnya tepat waktu, yang menghadang di tabrak, tidak berhenti sebelum sampai tujuan” Ujar Firdaus.

Firdaus menambahkan, Ansor juga begitu sahabat, Kalau boleh mengibaratkan Ansor itu ibarat bus, semua penumpang bus adalah kita, kader ansor banser, jika salah satu penumpang bus ada yang kentut maka satu bus akan merasakan bau, oleh karena itu ansor itu harus mempunyai akhlakul karimah, sopan santun dan budi pekerti.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ansor adalah masa depan NU, dan NU masa depan, maka dua point penting ini harus kita tanamkan betul-betul di jiwa kader yakni Satu Komando dan Berakhlakul Karimah” Pungkas Firdaus.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2