Hendra, anak dari Amrozi, telah banyak berkecimpung di dunia tinju dan sering menggelar pertandingan di daerah lain. Ali Fauzi, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) yang beranggotakan para mantan teroris, berharap olahraga tinju di Lamongan dapat berkembang dan meraih prestasi, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional.
Ia mencontohkan Filipina, yang dulunya dikenal sebagai daerah konflik, namun mampu melahirkan legenda tinju dunia, Manny Pacquiao.
“Dulu Lamongan dikenal sebagai daerah yang melahirkan bomber. Sekarang, kita ingin Lamongan melahirkan petinju hebat. Sejarah kelam akan kita tutup dengan kesuksesan yang membanggakan,” tegasnya.
Ali Fauzi menyadari bahwa mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam pelatihan dan manajemen atlet.
“Saya ingin Pertina Lamongan menjadi organisasi yang melahirkan personal-personal produktif. Tidak mustahil, dari sini akan lahir Daud Yordan atau Chris John masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Joko Mulyono, perwakilan Pertina Jawa Timur yang hadir dalam muskab, menyampaikan dukungannya terhadap berdirinya Pertina Kabupaten Lamongan, terutama di bawah kepemimpinan Ali Fauzi.
Ia menilai kehadiran sosok seperti Ustadz Ali Fauzi dan dukungan dari para pengusaha akan membawa semangat dan perkembangan pesat bagi Pertina Lamongan.
“Saya yakin Pertina Lamongan akan berkembang pesat. Tinggal mencari pelatih yang mumpuni serta menyiapkan sarana dan prasarana,” pungkas anggota TNI berpangkat kapten ini.
Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, Pertina Kabupaten Lamongan diharapkan dapat menjadi wadah bagi para atlet tinju untuk berprestasi dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.(Bs).





