Pak Yes menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan operasional becak listrik. Pemkab akan melakukan monitoring dan pendampingan, termasuk menyiapkan infrastruktur pendukung seperti penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah titik strategis.
“Kami ingin becak listrik ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu, kesiapan infrastruktur dan perawatan akan terus kami perhatikan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Firman Dahlan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengemudi becak sebagai bagian dari masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus.
Ia memaparkan, secara teknis becak listrik memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kecepatan maksimal dibatasi hingga 15 kilometer per jam demi keselamatan, jarak tempuh hingga 40 kilometer dalam satu kali pengisian daya, serta bebas emisi karbon dan suara bising.
Firman menambahkan, penerima bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak kayuh berusia di atas 55 tahun. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu membantu para pengemudi tetap bekerja secara layak tanpa harus menguras tenaga berlebih.
Penyaluran ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara inisiatif sosial nasional dan pemerintah daerah dalam menciptakan transportasi rakyat yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.





