“Melalui pendidikan agama yang kuat dan pemahaman moral yang baik, masyarakat akan lebih mampu membentengi diri dari pengaruh-pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa dan ajaran agama,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Muhlisin menegaskan bahwa Kemenag Lamongan siap bersinergi dengan instansi terkait dan tokoh masyarakat untuk melakukan pembinaan keagamaan, kampanye sosial, dan berbagai upaya lain yang dapat memperkuat komitmen masyarakat terhadap norma agama dan etika sosial.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Muhlisin berharap isu ini dapat menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk lebih serius dalam membina generasi muda dan memperkuat jati diri bangsa berdasarkan nilai-nilai keagamaan dan moral yang luhur.

“Kami tidak hanya menyikapi ini sebagai fenomena media sosial, tetapi sebagai peringatan untuk kembali meneguhkan peran agama dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Muhlisin.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemunculan grup bernama Gay Tuban Lamongan Bojonegoro di media sosial Facebook telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan di kalangan masyarakat.

Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap grup yang telah memiliki anggota lebih dari 10 orang tersebut, untuk mencegah dampak negatif yang lebih jauh.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Kemenag dan pihak berwenang, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai agama dan moral di lingkungan mereka.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2