Keputusan Maram untuk merantau jauh ke Indonesia didasari oleh keyakinannya terhadap reputasi akademik UI sebagai salah satu universitas terbaik di tanah air. Kendati demikian, perjalanan studinya di Depok sama sekali tidak instan. Kendala bahasa sempat menjadi tembok besar yang harus ia robohkan setiap hari. Ia harus bekerja ekstra keras menerjemahkan materi perkuliahan yang disampaikan dalam bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, sebelum akhirnya dapat ia pahami sepenuhnya dalam bahasa Arab.
Kendati menghadapi hambatan linguistik yang cukup menguras energi, Maram mengaku sangat terbantu oleh lingkungan kampus yang inklusif dan suportif.
“Alhamdulillah, dosen dan teman-teman sangat suportif. Mereka selalu membantu menjelaskan saat saya kesulitan. Itu membuat saya lebih yakin menjalani kuliah,” kenang Maram.
Selama empat tahun menimba ilmu di Kampus UI Depok, Maram merasa tidak hanya memperkaya wawasan teoretis di bidang psikologi, tetapi juga menemukan pendewasaan mental yang berarti. Usai mengantongi gelar sarjananya, ia tidak langsung berniat mencari pengalaman kerja di kota besar luar negeri. Sebaliknya, ia memilih pulang demi mengabdikan diri di tanah kelahirannya yang kini masih berjuang dalam proses pemulihan pascakonflik.
“Ilmu yang saya dapat di UI ingin saya gunakan untuk membantu masyarakat di kampung halaman. Itu tujuan terbesar saya pulang,” tegasnya penuh tekat.
Penyelenggaraan upacara pelepasan mahasiswa internasional ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah negara sahabat serta komunitas diplomatik. Kehadiran para diplomat asing tersebut menjadi cerminan nyata atas dukungan luas terhadap misi internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Melalui pembentukan jejaring alumni yang solid dan berkelanjutan, pihak universitas optimistis para lulusan internasional ini akan menjadi agen perubahan yang siap berkolaborasi dalam bidang riset, inovasi, pendidikan, serta pengabdian masyarakat di kancah global. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa kualitas pendidikan tinggi Indonesia memiliki daya saing kuat dalam melahirkan talenta-talenta unggul yang siap memberi solusi bagi persoalan kemanusiaan dunia.





