“Kalau mengamuk tidak pernah. Orangnya lebih cenderung diam dan menyampaikan lewat tulisan-tulisan, mungkin karena kondisi gangguan jiwa tersebut,” katanya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Made, Suryo, membenarkan bahwa penurunan kain dilakukan setelah pemasangannya ramai diperbincangkan di media sosial. Pemerintah desa bersama Babinsa dan Sekdes mengambil langkah tersebut dengan disaksikan warga setempat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sesuai dengan yang viral di media sosial, pemasangan bendera negara tertentu hari ini kita lepas bersama Pak Babinsa, Pak Sekdes, dan disaksikan warga setempat,” ujar Suryo.

Ia berharap kain serupa tidak kembali dipasang sehingga situasi di lingkungan Desa Made tetap tertib dan kondusif. Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk menyikapi kejadian tersebut secara bijak dan tidak memperkeruh suasana.

“Harapan kami ke depan tidak terpasang lagi, agar suasana atau situasi menjadi kondusif. Saya kira itu,” katanya.

Setelah kain diturunkan, coretan di sekitar lokasi turut dibersihkan. Pemerintah desa menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan warga sekaligus mencegah persoalan kembali memicu kegaduhan di lingkungan setempat.

Pemerintah desa berharap masyarakat tetap menjaga ketenangan dan mengedepankan komunikasi dalam menyikapi persoalan di lingkungan sekitar, sehingga keamanan dan kerukunan warga Desa Made dapat terus terjaga.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2